Jajaran Direksi dan Komisaris Bank Syariah Bukopin berpose usai RUPST di Jakarta (21/5).

Bank Syariah Bukopin Bukukan Kinerja Bisnis Baik dan Positif Sepanjang 2017

PT Bank Syariah Bukopin (BSB) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2017 pada (21/5/2018) di Jakarta.

RUPST BSB telah memutuskan persetujuan atas laporan tahunan Perseroan serta pengesahan perhitungan tahunan yang terdiri dari neraca dan laba rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada pada tanggal 31 Desember 2017 serta memberikan acquit et de charge sepenuhnya kepada Dewan Komisaris dan Direksi BSB.

Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama BSB – Saidi Mulia Lubis dalam keterangan tertulis BSB hari ini, Selasa (22/5) di Jakarta.

Menurut Saidi, RUPST menetapkan penggunaan laba BSB untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dan akan digunakan untuk menunjang kegiatan operasi dan pengembangan usaha BSB. Dalam hal penunjukkan Kantor Akuntan Publik, pemegang saham menyetujui untuk memberikan kewenangan dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk melakukan seleksi dan menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan melakukan audit atas buku BSB untuk tahun buku yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.

RUPST ini juga mengangkat Eddy Cahyono untuk menggantikan Aris Wahyudi sebagai Direktur Perseroan dan Rudi Bachtiar untuk menggantikan Eddy Cahyono sebagai Komisaris Perseroan terhitung mulai efektif setelah adanya persetujuan uji kemampuan dan kepatutan (fit & proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan.

Saidi juga memaparkan sepanjang 2017, atas dukungan dan sinergi dengan seluruh pihak, khususnya pemegang saham dan seluruh lini organisasi, BSB berhasil memenuhi sebagian besar target financial dan non financial di tahun 2017, serta mengikuti tren pertumbuhan perekonomian maupun perkembangan pasar perbankan syariah nasional.

Pada Desember 2017, ketatnya persaingan meraih DPK juga dirasakan oleh BSB. Kendati begitu, BSB masih mampu mencatatkan pertumbuhan DPK yang positif dengan kenaikan mencapai 1,03%. Total DPK tumbuh dari Rp5,44 triliun pada 2016 menjadi Rp5,50 triliun pada periode yang sama 2017. Total aset BSB tumbuh 3,85% dari Rp6,90 triliun pada 2016 menjadi Rp7,17 triliun pada 2017. Laba bersih hingga akhir Desember 2017 senilai Rp1,65 miliar.

“Kami juga melakukan inovasi dengan meluncurkan pengembangan layanan M-Banking dengan fitur online dan real time transfer. Layanan tersebut melengkapi layanan perbankan lainnya milik BSB dan memiliki keunggulan sesuai dengan gaya hidup Milenial di era digital, layanan Mobile BSB juga dilengkapi oleh fitur kanal pembayaran yang telah bekerja sama dengan berbagai merchant sesuai kebutuhan sehari-hari nasabah,” tuturnya.

Akhir kata, Saidi menuturkan dukungan dan sinergi yang terjalin dari seluruh pihak merupakan energi dan motivasi yang luar biasa bagi BSB, sehingga berhasil menutup tahun 2017 dengan pencapaian kinerja keuangan dan usaha yang tetap baik dan positif.

“Dengan dukungan dan sinergi itu, BSB berkomitmen untuk mengubah tantangan menjadi potensi pertumbuhan untuk BSB, serta mampu memberikan manfaat dan maslahat bagi seluruh pihak di Tanah Air,” tegas Saidi.

 

More Stories
Kiat Bank Muamalat Membuat Nasabah Loyal