Rektor Universitas Al Azhar Indonesia - Prof Dr Ir Asep Saefuddin, MSc

Bank Infaq Perlu Bersinergi dengan Baznas dan Perguruan Tinggi

Rektor Universitas Al Azhar Indonesia - Prof Dr Ir Asep Saefuddin, MSc menyampaikan pada pembukaan Zoominar Nasional FEB Universitas Al Azhar Indonesia, kemarin, Rabu (8/7) di Jakarta, bahwa pandemi Covid-19 turut menyebabkan terjadinya perlambatan, bahkan penurunan aktifitas ekonomi di seluruh Indonesia.

Kondisi perekonomian tersebut jelas memberikan dampak yang sangat signifikan kepada 6.4 juta unit UMKM di Indonesia. Rektor mengatakan, walaupun Pemerintah telah mengalokasikan anggaran Peningkatan Ekonomi Nasional (PEN) untuk UMKM sebesar Rp 123,46 trilyun, namun dana yang sudah tersalurkan masih rendah yakni hanya sebesar Rp 250,16 miliar.

Asep Saefuddin menegaskan,  bahwa salah satu kendala utama pengembangan UMKM adalah ada pada aspek permodalan, di mana menurut survey Saiful Mujani Research and Consulting (2020), 48 % responden mengatakan  UMKM mengalami kesulitan permodalan.  Pada akhirnya, lanjut Asep,  tidak mengherankan jika banyak pelaku  UMKM yang memerlukan pendanaan  dengan cepat terjebak pada sumber permodalan dari rentenir atau permodalan dengan bunga tinggi.

“Hadirnya inovasi Bank Infaq sebagai terobosan lembaga keuangan non bank berbasis komunitas muslim di Masjid maupun perumahan, diharapkan mampu berkontribusi untuk menyediakan akses pendanaan yang mudah dan cepat serta murah berdasarkan ketentuan syariat Islam yang memudahkan dan memberikan keberkahan kepada pengembangan UMKM di Indonesia,” papar Asep Saefuddin dalam Zoominar ini.

Menurut Asep, bank Infaq diharapkan dapat menghindarkan pelaku UMKM mengambil jalan pintas dengan melakukan pinjaman modal ke sumber pendanaan rentenir yang berbunga tinggi. Untuk bisa mencapai tujuan agar pelaku UMKM tidak tejerat pada permodalan dengan bunga tinggi, lanjut Rektor, hal tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Bank Infaq sendirian.

“Untuk itu harus ada sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional yang memiliki amanah untuk mengumpulkan dan memberdayakan dana Zakat dan Infaq dengan Bank Infaq, serta didukung oleh Lembaga perguruan tinggi, salah satunya adalah Universitas Al Azhar Indonesia,” ujar Asep Saefuddin lagi.

Sementara itu dari Dewan Pengawas Bank Infaq – Hendratmoko, MSI mengatakan, bahwa bank infaq adalah model lembaga keuangan sosial berbasis syariah yang sumber pendanaanya berasal dari infaq. Untuk itu dalam pendanaan kepada UMKM, bank infaq tidak mengenakan adanya tambahan bagi hasil apapun.

“Bank Infaq memiliki semangat agar kiranya pelaku UMKM yang memperoleh pendanaan juga mampu mengelola usahanya, dan kemudian naik memberikan infaq,” jelas Hendratmoko.

Zoominar ini diikuti oleh hampir 100 orang peserta secara virtual yang berasal dari berbagai propinsi di Indonesia, di antaranya selain dari DKI Jakarta juga ada dari Aceh, Sumatera Selatan dan Jawa Tengah dan dengan beragam latar belakang pekerjaan, mulai dari mahasiswa, akademisi, praktisi UMKM dan keuangan, serta masyarakat umum.

 

More Stories
BNI Syariah Gelar Customer Online Gathering Apresiasi Nasabah Milenial