Aktifitas di salah satu kantor cabang Bank Danamon di Jakarta.

Bank Danamon Catat Pertumbuhan Segmen Enterprise Banking 16% di Semester I 2020

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) pada Kamis (30/7) di Jakarta, mengumumkan laporan keuangan untuk semester pertama tahun 2020.

Didukung oleh kolaborasi yang kuat dengan MUFG, Bank Danamon mencatat pertumbuhan pada pendapatan operasional dan laba operasional sebelum provisi masing-masing 6% dan 15% dibandingkan setahun yang lalu.  Hal ini didorong oleh pertumbuhan 16% pada kredit di segmen Enterprise Banking dan pertumbuhan 18% pada fee based income, jika dibandingkan setahun sebelumnya, demikian kinerja tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Danamon – Yasushi Itagaki dalam keterangan pers Bank Danamon yang diterima MySharing (30/7).

Yasushi Itagaki lalu menjelaskan,  rasio biaya terhadap pendapatan (Cost-to-income ratio) berada pada 46%, membaik 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, pada semester pertama tahun ini, Bank Danamon berhasil memperkuat pendanaan yang ditunjukkan oleh pertumbuhan 14% dibandingkan tahun sebelumnya pada Giro dan Tabungan (Current Account and Savings Account/CASA) menjadi Rp 62,1 triliun, sehingga rasio CASA meningkat menjadi 53,2% dari 46,4% pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu Bank Danamon juga membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 845 miliar pada semester pertama tahun 2020.

“Selama masa pandemi COVID-19 ini, prioritas kami adalah memastikan nasabah dapat terus menikmati layanan kami dan tetap menerapkan protokol kesehatan dan langkah-langkah pencegahan lainnya. Di tengah kondisi yang menantang ini, kami telah memperkokoh pondasi dengan likuiditas yang stabil dan komposisi pendanaan yang lebih sehat, diperkuat oleh tingkat permodalan yang tinggi dan mampu membawa kami menjadi Bank BUKU 4 serta mempersiapkan kami dalam menghadapi tantangan ekonomi. Kami akan terus memanfaatkan pondasi kuat ini dan sinergi dengan MUFG dalam perjalanan mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, sembari bersiap untuk kondisi ekonomi kembali pulih,” papar Yasushi Itagaki.

Menurut Yasushi Itagaki, pada semester pertama tahun ini, Bank Danamon secara aktif berkontribusi melawan penyebaran COVID-19 melalui sejumlah kegiatan tanggung jawab sosial. Bank Danamon, MUFG, bersama PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mendukung pemenuhan kebutuhan pokok mitra pengemudi penyedia transportasi daring Grab dan Gojek melalui mitra mereka masing-masing yaitu BenihBaik dan Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB).

“Bank Danamon juga berkolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Indonesia Kuat mendistribusikan 4.000 alat pelindung diri (APD) melalui kampanye video media sosial #TetapTerkendali. Di berbagai daerah di Indonesia, Bank Danamon menyalurkan APD dan kebutuhan pokok kepada rumah sakit dan masyarakat setempat melalui jaringan kantor wilayah dan cabang. Sebelumnya, Bank Danamon juga menyediakan asuransi BPJS Ketenagakerjaan bagi 10.000 relawan medis melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” tambah Yasushi Itagaki.

Terkait kinerja, kredit di segmen Enterprise Banking Bank Danamon yang terdiri dari segmen Perbankan Korporasi, Perbankan Komersial dan Institusi Keuangan atau EB & FI naik 16% menjadi Rp 51,2 triliun, pertumbuhan ini didukung oleh kolaborasi dengan MUFG.  Segmen Perbankan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan kredit Consumer Mortgage masing-masing berada pada Rp 27,3 triliun dan Rp 8,7 triliun pada akhir Juni 2020.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance mencatat pembiayaan total sebesar Rp 50,4 triliun pada semester pertama tahun ini, di tengah perlambatan pada industri otomotif.

Total portofolio kredit dan trade finance tercatat sebesar Rp 142,7 triliun pada akhir Juni 2020.

Bank Danamon menjaga penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan kualitas aset melalui pelaksanaan prosedur penilaian risiko, serta proses collection dan recovery kredit yang disiplin. Rasio kredit bermasalah atau NPL pada akhir semester pertama 2020 tercatat di posisi 4,1%. Bank Danamon terus menjaga pencadangan yang cukup dan pada saat yang sama membantu nasabah yang terkena dampak COVID-19 melalui restrukturisasi kredit.

Sementara itu, pendapatan komisi atau fee income tumbuh 18% dibandingkan setahun sebelumnya menjadi Rp 1,96 triliun. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan dari Bancassurance dan jasa wealth management serta keuntungan kegiatan treasuri melalui perdagangan marketable securities dan valuta asing yang tumbuh 134%.

Bank Danamon terus fokus terhadap pendanaan granular yang ditunjukkan dengan pertumbuhan 19% pada giro dan tabungan (CASA) dan TD regular. CASA naik 14% menjadi Rp 62 triliun, dengan demikian CASA mencakup lebih dari setengah total dana pihak ketiga Bank Danamon dengan rasio CASA sebesar 53,2%. Rasio intermediasi makroprudensial (RIM) atau Macroprudential Intermediation Ratio pada posisi 95,1% pada akhir semester pertama 2020 sejalan dengan target likuiditas yang ditetapkan manajemen.

Rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terkuat di kelasnya setelah penetapan status sebagai Bank BUKU 4. CAR konsolidasian tercatat pada 23,4 % pada akhir Juni 2020.

 

 

More Stories
Reksa Dana Syariah Eastspring Syariah Greater China Equity USD Mulai Dipasarkan