Bank Danamon Catat Laba Bersih Setelah Pajak Rp 1 Triliun Tahun 2020

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) Kamis (18/2) di Jakarta,  mengumumkan laporan keuangan untuk tahun 2020.

“Di tahun 2020, Bank Danamon mengambil langkah-langkah yang menciptakan produktivitas di tengah kondisi pandemi guna membantu kami untuk tetap meningkatkankualitas layanan bagi nasabah, serta terus berkontribusi dalam menggerakkan kembali roda perekonomian nasional,” ujar Direktur Utama Bank Danamon – Yasushi Itagaki.

Menurut Yasushi, Bank Danamon terus memperkuat kolaborasi dengan MUFG Group lewat sejumlah inisiatif, serta fokus pada pengembangan infrastruktur digital untuk memberikan layanan optimal bagi nasabah ditengah kondisi pandemi.

“Tahun 2020 memberikan tantangan bagi industri perbankan dalam menyediakan layanan terbaik bagi nasabah. Sebagai contoh ketangguhan operasional, kami manfaatkan jaringan digital dan penerapan protokol kesehatan,” jelas Yasushi.

Yasushi menjelaskan, Bank Danamon membukukan pertumbuhan kredit yang kuat di segmen Enterprise Banking melalui kolaborasi dengan MUFG. Pelaksanaan prosedur penilaian risiko yang pruden, serta proses collection dan recovery kredit yang disiplin, memperbaik NPL di posisi 2,8%, serta pencadangan yang lebih kokoh.

“Dengan optimisme pemulihan ekonomi yang sudah mulai tampak, tahun 2021 menghadirkan momentum penting bagi kam iuntuk menyediakan layanan serta produk yang lebih baik bagi nasabah. Fokus

Bank pada beberapa inisiatif penting di tahun 2020 tercermin secara positif pada kualitas aset yang sehat dan pendanaan yang kuat. Implementasi tersebut diantaranya peningkatan pada infrastruktur digital, restrukturisasi kredit, serta peningkatan dalam layanan secara keseluruhan.Bank Danamon terus berinovasi guna mewujudkan kualitas layanan dan pengalaman perbankan yang baik bagi nasabah,” papar Yasushi Itagaki.

Yasushi memaparkan, Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 1 triliun pada tahun 2020. Pertumbuhan positif dicatatkan pada kredit di segmen Enterprise Banking yang terdiri dari segmen Perbankan Korporasi dan Perbankan Komersial, serta Institusi Keuangan yang naik 25% menjadi Rp54 triliun. Bank Danamon juga membukukan pertumbuhan pada giro dan tabungan (current accounts and savings/CASA) sebesar 18% dibanding akhir tahun 2019 menjadi Rp 66 triliun. Dengan demikian,rasio CASA meningkat menjadi52,3%.

“Di tengah dampak pandemi, Bank Danamon tetap membukukan pertumbuhan 25% untuk kredit pada segmen Enterprise Banking. Hal ini didukung oleh kolaborasi dengan MUFG Group, jaringan global salah satu perbankan terbesar di dunia. Dalam momentum pemulihan ekonomi, Bank Danamon dan MUFG Group akan kembali melaksanakan Business Matching Fair yang mempertemukan nasabah korporasi dan komersial perbankan dari Indonesia, dengan calon mitra usaha dari luar negeri sebagai bagian dari layanan kami kepada nasabah. Selain itu, pertemuan antar pelaku usaha lintas batas ini diharapkan akan mempercepat pemutaran kembali roda perekonomian nasional,” papar Yasushi.

Dalam segi pembiayaan otomotif, Adira Finance, anak usaha Bank Danamon, membukukan pinjaman sebesar Rp 44 triliun pada tahun 2020. Meskipun terjadi tren penurunan pada industri otomotif, Adira Finance mampu mencetak pertumbuhan kuartalan dalam hal penyaluran pinjaman barusebesar 67% pada kuartal keempat-2020 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Menurut Yasushi, Bank Danamon terus menjaga penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan kualitas aset melalui pelaksanaan prosedur penilaian risiko, serta proses collection dan recovery kredit yang disiplin selama semester dua 2020.

“Sebagai hasilnya, pada akhir tahun 2020, rasio kredit bermasalah atau NPL tercatat membaik 20 bps di posisi 2,8%dibanding akhir tahun 2019.Di saat yang sama, Bank Danamon juga secara proaktif meningkatkan provisi, dimana NPL coverage ratio tercatat mencapi rekor tertinggi sebesar 200%.Hal ini dilakukan untuk membangun fondasi yang kokoh dalam mendukung pertumbuhan bisnisdi tahun 2021,” jelas Yasushi.

Yasushi menambahkan, Bank Danamon bersama dengan Adira Finance juga terus membantu nasabah yang terkena dampak COVID-19 melalui restrukturisasi kredit sesuai dengan arahan pihak regulator. Pada akhir Desember 2020 tercatat sekitar 65% dari total nasabah restruktur telah memasuki fase pembayaran normal.

Bank Danamon menaruh fokus pada pendanaan granular,yang termasuk giro dan tabungan (CASA) dan TD regular,dimana tercatat pertumbuhan sebesar 12% dibanding tahun sebelumnya. CASA tumbuh sebesar 18% dibanding akhir tahun 2019 menjadi Rp 66 triliun. Total dana yang dihimpun dari nasabah tumbuh 12% menjadi Rp 126 triliun dibandingkan dengan tahun 2019.

Rasio intermediasi makroprudensial (RIM) atau Macroprudential Intermediation Ratio berada pada posisi 85%, sementara Loan Deposit Ratio (LDR) pada posisi 84%menunjukkan tingkat likuiditas Bank yang tinggi.

Pada akhir kuartal empat 2020, ekuitas tier-1 Bank Danamon melebihi Rp 30 triliun, sesuai dengan status sebagai bank BUKU IV. Rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio/CAR)tetap menjadi salah satu yang terkuat di kelasnya. CAR konsolidasian meningkat menjadi 25,0% pada akhir2020 dibandingkan 24,2% pada setahun sebelumnya, demikian Yasushi Itagaki, Dirut Bank Danamon.

More Stories
BAZNAS dan BSI Bersinergi Kelola Zakat