Bank Aceh Syariah Harus Siap Penuhi Kebutuhan Nasabah di Era Digital

Perkembangan di bidang teknologi dan informasi (TI) yang sangat pesat, menuntut semua pelaku bisnis untuk berbenah mengantisipasinya, tak terkecuali Bank Aceh Syariah.

Karena itu, menurut Sekretaris Daerah Provinsi Aceh – Taqwallah, guna memenangkan persaingan, Bank Aceh Syariah harus segera berubah dan berbenah.
 
“Harus berani keluar dari zona nyaman dan lakukan inovasi untuk mengambil hati nasabah. Di era digital saat ini, kita harus berubah, jika tidak maka kita akan digilas zaman,” ujar Taqwallah saat silaturrahmi dengan jajaran direksi dan pimpinan PT Bank Aceh Syariah se-Aceh di Ruang Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Aceh (14/3) sebagaimana diinfokan dalam siaran pers Bank Aceh Syariah.
 
Menurut Taqwallah, PT Bank Aceh Syariah harus berani keluar dari zona nyaman dan melakukan inovasi untuk mengambil hati nasabah.
 
“Di era digital saat ini, kita harus berubah, jika tidak maka kita akan digilas zaman,” tandas Taqwallah.
Taqwallah menekankan, sebagai bank daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh,  Bank Aceh Syariah harus mampu hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan manajerial yang baik, mengerti, serta mengayomi bawahan. Pemimpin memiliki tanggung jawab besar, harus memiliki kemampuan manajerial yang baik. Mampu mendeteksi dan memiliki rasa untuk menempatkan siapa di mana, agar kerja-kerja berjalan maksimal.
 
Selain itu, lanjut Taqwallah, pemimpin harus mampu menjawab tantangan dan berani mengambil resiko dan tekanan-tekanan.
 
“Itulah yang akan membuat cerdas, sehingga mampu berinovasi dan selalu hadir memberi solusi di tengah kebuntuan. Sebagai pimpinan, kita memiliki 4 sumber daya yang harus dimaksimalkan, yaitu manusia, metode, alat, dan anggaran. Inilah yang harus kita berdayakan semaksimal mungkin, agar kehadiran kita mampu memberi manfaat kepada orang lain, sekecil apapun itu,” demikian papar Taqwallah, Sekda Provinsi Aceh.

More Stories
BNI Syariah Layani Transaksi Pembayaran Produk Pertamina di Aceh