Miftahul Jannah, pejudo asal Aceh yang mewakili Indonesia di Asian Para Games 2018 (kedua dari Kanan).

Bank Aceh Syariah Berikan Tabungan untuk Atlet Para Games Miftahul Jannah

Miftahul Jannah, pejudo asal Aceh yang mewakili Indonesia di Asian Para Games 2018 dan menolak melepaskan jilbabnya untuk diperbolehkan tampil di cabang blind judo telah membanggakan rakyat Aceh. Tak terkecuali Bank Aceh sebagai bank milik rakyat Aceh, juga bangga dan mendukung pilihan sikap atlet  tersebut.

Karena itulah Bank Aceh menyiapkan bonus tabungan kepada Miftahul Jannah yang dinilai sudah menegakkan syariat Islam dan menjaga marwah Aceh pada even internasional tersebut.

“Karena itu, kami akan memberikan hadiah tabungan 75 juta rupiah kepadanya. Hadiah ini jangan dilihat dari nilainya, tetapi ini merupakan bentuk dukungan moril dari Bank Aceh dan semoga berguna untuk hari depan Miftahul Jannah,” demikian ungkap  Corporate Secretary Bank Aceh – Amal Hasan, kemarin (18/10) dalam laman http://www.bankaceh.co.id/.

Amal Hasan menambahkan, hadiah yang akan mereka serahkan itu juga merupakan bentuk dukungan terhadap Pemerintah Aceh yang menegakkan syariat Islam, sebagaimana konversi total Bank Aceh dari sistem konvensional ke syariah juga dalam rangka mendukung penegakan syariat di provinsi ini.

Menurut Direktur Utama Bank Aceh – Haizir, pemberian tabungan ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan moral Bank Aceh kepada Miftahul jannah yang telah menunjukkan sikap yang sangat membanggakan atas konsistensinya dalam menjunjung tinggi marwah masyarakat Aceh dalam mempertahankan akidah ke-Islaman.  Sikap ini kita harapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda aceh dalam mengimplementasikan syariat islam dalam setiap sendi kehidupan.

“Saya kira pada tempatnyalah semua pihak di Aceh harus memberi apresiasi dan penghargaan tertinggi kepada atlet kita tersebut, karena Miftahul Jannah dengan segala kelebihan dan kekurangannya telah menunjukkan kepada dunia, bahwa dia adalah salah satu pejuang yang menempatkan syariat Islam dan aqidah diatas segalanya, tidak ada nilainya sejuta medali emas yang diraih kalau aqidah tergadaikan. Allah akan memberi kemuliaan kepadamu wahai Miftah, yakinlah,” ujar Haizir.

Haizir menambahkan, hadiah atau bonus dalam bentuk tabungan ini janganlah dilihat dari besaran jumlahnya.

“Kita berharap tabungan ini dapat bermanfaat bagi Miftahul Jannah dalam menatap masa depan yang lebih baik. Dengan sikap konsisten dalam mempertahankan prinsip tentang akidahnya, Miftahul Jannah sangat layak dan pantas menjadi salah satu Duta Aceh dalam menegakkan syariat Islam. Sikap itu semakin mempertegas, bahwa syariat Islam bagi masyarakat aceh adalah harkat dan martabat kehidupan yang tidak  bisa ditukar dengan apapun,” demikian tutup Haizir.

 

 

 

 

 

 

 

More Stories
Sinarmas MSIG Sinergi dengan Bukopin Syariah Luncurkan Bancassurance