3 Bulan Diluncurkan, BNI Wakaf Hasanah Raup Rp 3,2 Miliar

BNI Wakaf Hasanah diyakini sukses dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia.

Direktur Utama BNI Syariah, Imam Teguh Saptono mengatakan, wakaf memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Melihat potensi ini, BNI Syariah mengembangkan BNI Wakaf Hasanah.

“BNI Wakaf Hasanah ini yaitu platform yang memberikan informasi dan menghimpun dana wakaf dari nasabah,” ujar Imam dalam diskusi publik bertajuk “Melirik Wakaf Sebagai Instrumen Potensial Ekonomi Syariah” di Jakarta, Senin (21/2).

Menurut Imam, melalui produk Wakaf Hasanah,  perseroan hanya melakukan pengembangan sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU). BNI Syariah menargetkan per akhir tahun 2017, Wakaf Hasanah akan mampu menghimpun sebanyak Rp 20 miliar dana wakaf.

“Dengan produk Wakaf Hasanah, kami dapat menghimpun dana wakaf sebesar Rp 3,2 miliar dalam waktu tiga bulan. Perkiraan kami, akhir tahun 2017 bisa Rp 20 miliar,” ujar Imam.

Diungkapkan Imam, sebelum adanya produk Wakaf Hasanah, selama 10 tahun sejak tahun 2005, wakaf uang hanya dapat terkumpul sebesar Rp 250 juta. Jumlah ini menurutnya, sangat jauh dibandingkan dengan saat perseroan meluncurkan BNI Wakaf Hasanah pada 19 November lalu.

Mengapa dalam waktu 10 tahun, wakaf uang terkumpul hanya sebesar Rp 250 juta? Hal ini jelas Imam,  disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang masih bingung dengan mekanisme pembayaran wakaf. Masyarakat yang berwakaf diminta hadir ke bank untuk menyetor uang, lalu akan dikeluarkan sertifikat wakaf oleh bank. Mekanisme tersebut membuat masyarakat tidak berminat untuk berwakaf karena prosedur yang dianggap membingungkan.

Dengan BNI Wakaf Hasanah, perseroan akan melakukan kerjasama dengan nadzir profesional dimana mereka akan membawa proyek dari dana wakaf. Proyek tersebut dengan rincian dananya akan dirinci dalam website, serta terdapat laporan setiap tiga bulan. Dengan teknologi yang ada, nasabah bisa browsing di Wakaf Hasanah, bisa pilih proyek-proyek yang nasabah minati, seperti rumah sakit.

Dengan teknologi yang ada ini, nantinya nasabah bisa transfer dana yang ingin diwakafkan, lalu bisa cek dana kumulatif yang terkumpul. “Lewat BNI Wakaf Hasanah ini, BNI Syariah telah mendonasikan dana wakaf untuk pembelian RS AKA Medika Sribhawono Lampung Dompet Dhuafa,” ujar Imam.

Model bisnis bidang wakaf ini menurut Imam, mirip dengan konsep pembiayaan melalui peer to peer lending. Dengan potensi wakaf yang mencapai Rp 120 triliun per tahun, diasumsikan 100 juta warga Indonesia mewakafkan dananya sebesar Rp 100 ribu per bulan.

Produk BNI Wakaf Hasanah ini diyakini akan sukses dan berkembang dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

More Stories
BRI Syariah Berbagi Paket Gizi  Untuk Warga di Enam Kota